Kamis, 28 November 2013

Tips Skripsi Cepat Anak Teknik Elektro



Program Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan acara khusus bagi mahasiswa semester delapan, Selasa (12/3) . Acara tersebut bertajuk Pengarahan Penulisan Skripsi. Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk memotivasi sekaligus memberi pengarahan agar pengerjaan skripsi lancar.
Moh. Khairudin, M.T. Ph.D., Koordinator Prodi Pendidikan Teknik Elektro, mengungkapkan beberapa trik agar cepat dalam menulis skripsi. “ Ada tiga trik untuk cepat menulis skripsi,  yang pertama dengan terus berdoa meminta kemudahan kepada Yang Maha Kuasa, apa yang kita jalani saat ini sudah tertulis dalam laukhul makfudz, jika ada  yang mengerjakan tapi sampai semester 14 juga belum selesai barangkali itu takdir. Tapi tugas kita untuk terus berusaha dan berdoa, karena takdir kita belum tau dan harus terus berusaha sebaik-baiknya. Doa terus kita panjatkan untuk menyelaraskan kehendak langit dengan langkah kita untuk lulus cepat” ujar Moch Khairuddin, M.T. Ph.D.
“Kedua, membangun networking yang bagus untuk membuka wawasan dan belajar khususnya tentang skripsi, Dari Pengamatan Bapak yang menjadi masalah mahasiswa saat mengerjakan skripsi adalah bingung harus bertanya pada siapa dan enggan untuk bertanya dengan dosen. Maka dari itu Mulai hari ini bentuklah kelompok untuk membahas skripsi, berkumpulah setiap hari, saling mendukung satu dengan yang lain, Bapak akan menyediakan tempat. Bapak yakin kalian pandai membangun networking untuk mendapatkan penghasilan, tetapi utnuk saat ini, bangunlah networking untuk skripsi Anda” sambungnya.
Beliau juga menambahkan, “Ketiga, relakan waktunya untuk fokus mengerjakan skripsi, tiga bulan juga selesai, lepaskan objek kerjaan sampingan anda beberapa saat, saya yakin banyak diantara kalian yang sekarang memiliki banyak  objek diluar karena kebutuhan, tapi Bapak yakin dengan Anda fokus skripsi dan lulus lebih cepat akan mendapatkan rejeki yang lebih, karena anda memiliki modal”.
Moch. Khairudin, M.T. Ph.D. juga menambahkan bahwa Prodi Pendidikan Teknik Elektro akan membentuk Dewan Pertimbangan Skripsi untuk menjaga kualitas, mudah, dan lebih mempercepat.
Mahasiswa bersemangat mengikuti kegiatan ini. “Semakin termotivasi dan tambah semangat setelah acara ini,” tutur Ramadhan Wedha, salah satu peserta kegiatan.

Rabu, 27 November 2013

Piranti Optik


1.        Piranti optik diidentifikasi kegunaannya sebagai LED, LCD dan sebagainya.
a)     LED (Light Emiting Dioda) adalah dioda yang didalam Junction diadop dengan Fosfor, maka bila dialiri arus listrik akan menghasilkan cahaya
b)    LCD (Liquid Crystal Display) adalah piranti Display yang banyak dipakai sebagai tampilan Output sebuah Proses Digital, seperti Kalkulator, Jam, Counter bahkan monitor Personal Computter.
2.        Piranti optik untuk Solar sel/ Solar system dapat dijelaskan aktivasinya dengan benar.
c)     Solar Sel/Solar system adalah photovoltaic panels, Kristal dari olahan pasir silica yang dibuat seri-paralel dalam cetakan apabila terkena sinar matahari atau sinar lampu TL dapat menghasilkan energi listrik AC maupun DC. Akan tetapi untuk pencahayaan yang stabil yang dapat dimanfaatkan secara produktif adalah energi listrik DC.
Dalam aplikasinya ini sangat baik sebagai pembangkit listrik ramah lingkungan, khususnya di daerah tropis yang hampir sepanjang tahun ada sinar matahari.
d)    Sinar matahari yang diubah ke dalam energi listrik oleh Solar system selanjutnya disimpan dalam Accumulator dengan melalui regulator, baru dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
e)     Panel Solar system  sebagai Pembangkit Listrik Alternatif.


3.        Piranti optik untuk photo resistor, photo dioda, phototransistor dapat dijelaskan pemakaiannya masing-masing dan dapat digambarkan skemanya.
a)     Photo Resistor/LDR (Light Dependent Resistor), adalah resistor yang memiliki sifat bila terkena cahaya nilai resistansinya akan berubah. Semakin terang cahaya yang menyinarinya maka akan semakin kecil nilai resistansinya, dan bila cahaya semakin gelap nilai resistansinya semakin besar.
b) Photo Dioda, adalah semi konduktor yang memiliki 2 elektroda, Anoda dan Katoda strukturnya Junction PN di adop dengan Optik, sehingga konduktifitas arus yang mengalir ditentukan oleh besar kecilnya cahaya yang menyinarinya.

Dioda


 1. Dioda adalah Komponen pasif linear yang dibuat dari bahan setengah penghantar/semi konduktor (PN Junction), memiliki dua elektroda Anoda dan Katoda.
2.        Dioda dalam pemakaiannya sebagai alat penyearah arus AC ke DC dinamakan dioda Rectifier/penyearah.
3.        Dioda dalam pemakaiannya dioperasikan daerah kerja Breakdown Voltage dan fungsinya sebagai penyetabil tegangan dinamakan Dioda Zener.
4.        Dioda dalam pemakaiannya sebagai pendeteksi frekuensi modulasi untuk mendapatkan audio frekuensi dinamakan Dioda Detektor.
5.        Dioda dalam pemakaiannya sebagai operasional perubahan nilai kapasitas dari variabel tegangan dinamakan Dioda Varaktor.
6.        Dalam penyearahan dengan satu buah dioda dinamakan penyearahan setengah gelombang/Half Wave Rectifier.
7.        Dalam penyearahan dengan dua atau empat buah dioda dinamakan penyearahan gelombang penuh/Full Wave Rectifier.
8.        Tegangan DC yang dihasilkan penyearahan setengan gelombang besarnya VO = 0. 318 x V Max Input Dioda.
9.        Penyearahan dengan sistem gelombang penuh tegangan DC yang dihasilkan besarnya VO = o. 636 x V max Input Dioda.
10.     Penyetabilan tegangan dengan Dioda Zener, besarnya VO = VZD.
11.     Dioda Detektor dipakai sebagai alat deteksi gelombang modulasi untuk memperoleh sinyal Audio/Video dalam sistem komunikasi Audio-Video.
12.     Besarnya frekuensi resonansi pada Dioda Varaktor yang di paralel dengan Induktor
13.     Fr =
Disamping beberapa jenis Dioda yang sudah dipelajari masih ada beberapa jenis yang lain yaitu Schottky; Dioda LED: Dioda Tunel; Dioda Varistor;

Kapasitor / Kondensator


1.    Kondensator disebut juga Capasitor, notasinya ditulis dengan huruf C.
2.    Kondensator/Capasitor adalah komponen pasif yang memiliki dua elektroda, dapat menyimpan muatan listrik kapasitasnya dinyatakan dalam satuan Farad (F), 1 F = 1.000.000 µF ; 1 µF = 1.000 nF dan 1 nF = 1.000 pF.
3.    Banyaknya muatan listrik per detik dinyatakan dalam Coulomb (Q).
4.    Kondensator non polar memiliki elektroda yang tidak ada polaritasnya, sehingga pemasangannya boleh balak-balik, disamping memiliki nilai kapasitas juga memiliki tegangan kerja AC.
5.    Kondensator polar memiliki dua elektroda yang berbeda polaritasnya, yang satu bermuatan « + » dan elektroda yang lain bermuatan «-», pemasangannya tidak boleh terbalik, disamping memiliki kapasitas juga memiliki tegangan kerja DC.
6.    Kegunaan Kondensator non polar untuk : Filter ; Kopling ; Blocking DC
7.    Kegunaan Kondensator polar : Filter, Kopling, Bank Capasitor, Bank Power.
8.    Kondensator yang dirangkai seri nilai kapasitasnya akan mengecil sebanding dengan nilai masing-masing, akan tetapi tegangan kerjanya bertambah besar sejumlah tegangan kerja masing-masing.
9.    Kondensator yang dirangkai paralel kapasitasnya merupakan jumlah dari nilai masing-masing, akan tetapi nilai kapasitasnya tetap sama dengan yang tertera dalam komponen tersebut. 
10. Muatan Capasitor pada saat t = R.C akan terisi/terbuang = 50 %
·         Pada saat t = 2 RC akan terisi/terbuang = 63 %
·         Pada saat t = 3 RC akan terisi/terbuang = 86 %
·         Pada saat t = 4 RC akan terisi/terbuang = 95 %
Pada saat t = 5 RC akan terisi/terbuang = 100 %

Resistor


Resistor adalah komponen pasif yang fungsinya sebagai penahan aliran listrik dalam rangkaian elektronik, maka dapat dipakai untuk mengatur arus listrik dan membagi tegangan listrik.
1.        Macam-macam Resistor dapat dikelompokkan kedalam :
a)    Resistor dengan nilai resistansi tetap (Fixt Resistor), nilai resistansinya memakai kode warna :
1)       Resistor dengan 4 (empat) cincin warna toleransi 5%, 10%
2)       Resistor dengan 5 (lima) cincin warna toleransinya 1 %
b)   Resistor dengan nilai resistansi, dapat dirubah linier/Variabel:
1)       Potentio: Geser, Putar
2)       Trimer Potentio (Trimpot), perubahan dengan alat obeng.
c)    Resistor dengan nilai perubahan resistansi tidak linier:
1)       Berubah positif terhadap kenaikan suhu PTC
2)       Berubah negatif terhadap kenaikan suhu NTC
3)       Berubah negatif terhadap terhadap kenaikan intensitas sinar LDR
d)   Resistor dirangkai seri nilai resistansinya hasil jumlah seluruh nilai resistansi dalam rangkaian.
e)    Resistor dirangkai parallel nilai resistansinya merupakan hasil perbandingan dari nilai resistansi dalam rangkaian.
Resistor yang dirangkai seri parallel nilai resistansi penggantinya merupakan hasil kombinasi nilai seri parallel dalam rangkaian sesuai konfigurasi merangkainya.